NADIKABAR.COM — Memasuki hari ketiga rangkaian The Classroom by NadiKabar, peserta yang merupakan Sumber Daya Manusia (SDM) Direktorat Jenderal (Ditjen) Hortikultura Kementerian Pertanian RI (Kementan), mencoba menjajal profesi anchor podcast dalam produksi episode spesial detikPagi.

Selama tiga hari di Wisma Pertanian Cipayung, Bogor, para peserta menerima pelatihan yang mencakup jurnalistik dasar, strategi media sosial (medsos), storytelling, desain strategis, hingga teknik pembuatan video.

Materi disusun untuk memberikan pemahaman menyeluruh mengenai proses produksi konten komunikasi publik yang informatif, menarik, dan sesuai dengan karakteristik audiens digital.

Tidak hanya memperoleh materi dan sesi berbagi pengalaman, peserta Ditjen Hortikultura juga berkesempatan mengikuti kunjungan media (media visit) ke studio NadiKabar. Kunjungan ini memberikan pengalaman langsung kepada peserta untuk memahami proses kerja redaksi dan produksi program berita profesional mulai dari persiapan hingga penyajian konten kepada masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga berkesempatan merasakan pengalaman sebagai anchor podcast serta terlibat dalam produksi episode spesial detikPagi. Pengalaman ini memberikan gambaran praktis mengenai proses produksi program media dan pentingnya kolaborasi antar profesi dalam menghasilkan konten berkualitas.

Salah satunya yaitu ⁠Ghozi Fata Ulwan dari Project Management Unit Horticulture Development in Dryland Areas Project (PMU HDDAP). Dalam kesempatan tersebut, Ghozi mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru selama mengikuti The Classroom. Menurutnya, materi yang diberikan relevan dengan kebutuhan komunikasi pemerintah saat ini.

Ghozi secara khusus menyoroti materi mengenai manajemen krisis dan publikasi. Ia mengatakan hubungan masyarakat (humas) pemerintah tidak cukup hanya membuat laporan kegiatan, tetapi juga perlu memastikan informasi yang disampaikan benar-benar memiliki nilai dan relevansi bagi masyarakat.

"Suatu krisis itu akan selalu terjadi. Entah dalam bentuk apapun," ujar Ghozi, dalam tayangan detikPagi, Jumat (25/9/2026).

"Nah, bagaimana caranya kita meng-handle manajemen krisis ini. Kemarin sudah diajarkan oleh Kak Tiara (Redaktur Pelaksana NadiKabar) bahwasanya ada beberapa teknik-teknik yang harus dilakukan oleh teman-teman humas terutama dalam melakukan publikasi," sambungnya.

Menurut Ghozi, salah satu hal penting yang dipelajari adalah bagaimana menentukan angle dari perspektif audiens. Informasi yang dianggap penting oleh instansi belum tentu otomatis menarik atau relevan bagi masyarakat.

"Karena tidak hanya memberikan publikasi yang sekadar laporan ke atasan, tapi harus juga berdampak. Caranya gimana? Caranya adalah dengan melihat bagaimana angle audiens," jelas Ghozi.

"Jadi kita harus setidaknya tahu apakah ini relevan nggak sama audiens? Apakah ini cocok nggak untuk audiens?," tuturnya.

Ghozi menilai kemampuan tersebut penting karena pemerintah memiliki banyak kegiatan yang ditujukan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat. Namun, manfaat tersebut dapat kurang dipahami apabila tidak dikomunikasikan dengan cara yang tepat.

"Kegiatan pemerintah ini kan ada banyak. Kegiatannya ini juga harapannya juga baik untuk masyarakat," kata Ghozi.

"Sayang sekali kalau kegiatan yang positif ini tidak dapat tersampaikan dengan baik," sambungnya.