Ketua Tim Kerja Humas dan Informasi Publik Ditjen Hortikultura Kementan Alif Al Syahban mengatakan The Classroom menjadi wadah untuk meningkatkan kemampuan tim kreatif pihaknya dalam memproduksi berbagai bentuk publikasi.

Menurutnya, pelatihan tidak hanya memberikan kemampuan jurnalistik, tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan pembuatan video, rilis berita, fotografi, hingga videografi.

"Kegiatan Classroom yang dilaksanakan oleh NadiKabar bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian ini sangat menarik sekali. Kenapa?," ujar Alif.

"Karena kita melatih teman-teman tim kreatif Direktorat Jenderal Hortikultura untuk menjadi jurnalis yang hebat," sambungnya.

Ia berharap peserta dapat menerapkan kemampuan tersebut dalam menjalankan tugas sebagai aparatur negara, khususnya ketika menyampaikan berbagai kegiatan pemerintah kepada masyarakat.

"Di samping pekerjaannya sebagai aparatur negara, mereka bisa mempublikasikan laporan-laporan atau kegiatan-kegiatan di lapangan menjadi bahasa yang gampang dimengerti oleh masyarakat," katanya.

Alif juga mengaitkan kemampuan komunikasi tersebut dengan kebutuhan publikasi program HDDAP. Menurutnya, program yang berkaitan dengan pengelolaan pertanian di lahan kering tersebut perlu dikomunikasikan secara luas agar masyarakat mengetahui manfaat dan kegiatan yang dilakukan.

"Program HDDAP ini kan program pengelolaan pertanian di lahan kering, dan ini sangat berdampak sekali kepada masyarakat. Jadi lahan-lahan ekstrem bagaimanapun itu bisa dikelola menjadi lahan pertanian yang baik," jelasnya.

Alif berharap pelatihan tersebut dapat mendorong lahirnya tenaga humas dan jurnalis yang mampu mengemas kegiatan Ditjen Hortikultura secara lebih relevan bagi publik.

"Kita pengin sebenarnya lahir pranata-pranata humas Direktorat Jenderal Hortikultura yang hebat. Kemudian lahir jurnalis-jurnalis kekinian yang berlatar belakang aparatur sipil negara," ujar Alif.

Sebagai informasi, kegiatan The Classroom by NadiKabar, yamg berlangsung pada 23-25 September 2026 merupakan upaya meningkatkan kapasitas dan keterampilan komunikasi publik jajaran internal, khususnya dalam penguatan jurnalistik, strategi media sosial, branding, dan produksi konten digital melalui pembelajaran interaktif bersama para praktisi media.

Program The Classroom by NadiKabar dirancang sebagai wadah pembelajaran praktis yang mempertemukan peserta dengan para ahli di bidang branding, komunikasi, dan jurnalistik media. Melalui format workshop interaktif, peserta memperoleh wawasan dan pengalaman untuk mengembangkan kemampuan komunikasi yang efektif, kreatif, dan relevan dengan kebutuhan publikasi digital.

Pelatihan tersebut menghadirkan sejumlah praktisi NadiKabar, di antaranya Redaktur Pelaksana NadiKabar Indah Mutiara Kami dalam sesi Journalism & NewsCraft+; Head of Brand Studio NadiKabar Okta Marfianto dalam sesi Video Creation; dan Lead Social Media Analyst and New Program NadiKabar NadiKabar Octavianus Tri Endiarto dalam sesi Strategical Design, Storytelling & Social Media.

Pelatihan The Classroom by NadiKabar dikemas secara interaktif melalui berbagai aktivitas pembelajaran, termasuk ice breaking dan permainan Kahoot Games. Pendekatan tersebut menciptakan suasana belajar yang dinamis sekaligus mendorong keterlibatan aktif peserta selama kegiatan berlangsung.

Diharapkan melalui kegiatan ini, peserta mampu mengemas sekaligus mempublikasikan narasi kegiatan HDDAP dan program prioritas lainnya secara lebih efektif. Pelatihan tahap ini baru mencakup jajaran SDM di tingkat pusat dan akan dilanjutkan bagi SDM di daerah seperti para fasilitator lapangan.