Di samping itu, Ghozi berharap kemampuan komunikasi yang diperoleh tidak hanya menghasilkan lebih banyak konten, tetapi juga membuat informasi mengenai program pemerintah menjadi lebih relevan dan mudah dipahami masyarakat.

"Saya merasa ya ini harus, mau tidak mau, harus kami sampaikan. Harus kami terapkan," kata Ghozi.

"Saya yakin kalau bahwasanya masyarakat itu punya hak untuk tahu bahwasanya pemerintah ini ngapain gitu. Dari sisi pemerintah, kita tuh punya kewajiban gitu ya untuk memberikan informasi seluas-luasnya kepada masyarakat, serelevan-relevannya kepada masyarakat sehingga apa yang kami sampaikan itu dapat diterima dengan baik. Itu wajib, harus diimplementasikan itu kalau menurut saya sendiri," sambungnya.

Kesan positif juga disampaikan peserta lainnya, Adhyka Wijaya. Ia mengapresiasi materi dan pengalaman yang diberikan oleh narasumber selama pelaksanaan The Classroom by NadiKabar, khususnya karena dinilai dapat memberikan bekal bagi tim humas Ditjen Hortikultura dalam menjalankan tugas komunikasi publik.

"Luar biasa banget. Terima kasih banyak kepada NadiKabar yang sudah memberikan pemaparan yang luar biasa, yang sangat berguna untuk kita semuanya, untuk seluruh tim humas dari Ditjen Hortikultura," ujar Dhyka.

Dhyka berharap berbagai pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan dapat langsung diterapkan dalam pekerjaan, sehingga publikasi mengenai program dan kegiatan Ditjen Hortikultura dapat disampaikan dengan lebih baik.

"Semoga nanti segala ilmu yang telah diberikan itu bisa diterapkan, dan nanti publikasi yang akan kita berikan ke masyarakat akan lebih baik, lebih terarah, dan juga yang pastinya lebih cepat lagi," kata Dhyka.

Dhyka juga melihat materi The Classroom by NadiKabar dapat dimanfaatkan untuk memperkuat penyampaian informasi mengenai HDDAP. Menurutnya, salah satu tantangan yang perlu dijawab adalah masih adanya masyarakat yang belum mengetahui program tersebut.

Dhyka menjelaskan HDDAP sebagai program pemerintah di bidang hortikultura yang memberikan dukungan secara menyeluruh, mulai dari benih, budidaya, pengolahan tanah, pupuk, panen, alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga pemasaran serta kelembagaan.

"Ini kan banyak masyarakat yang belum tahu. Nanti mungkin setelah ikut dari pelatihan ini banyak masyarakat yang lebih tahu," tutur Dhyka.

"Dan juga makin banyak yang tahu program ini, makin jaya, terus kemudian juga program ini bisa berlanjut sampai kemudian hari. Jadi kalau kami intinya adalah untuk kesejahteraan petani di Indonesia," sambungnya.

Humas Ditjen Hortikultura Didorong Kuasai Ilmu Jurnalistik

Direktur Hilirisasi Hasil Hortikultura Kementan Freddy Lumban Gaol mengatakan penyampaian informasi program pemerintah ke ruang publik membutuhkan kemampuan untuk mengemas substansi secara tepat sekaligus menarik dari sisi visual dan narasi.

Menurutnya, dukungan terhadap The Classroom by NadiKabar merupakan bagian dari upaya Ditjen Hortikultura memperkuat keterampilan jurnalistik dan media digital SDM agar publikasi yang dihasilkan tetap berkaidah, edukatif, serta dapat memberikan inspirasi bagi kemajuan hortikultura Indonesia.

"Menyampaikan program pemerintah ke ruang publik membutuhkan ketepatan substansi dan daya tarik visual maupun naratif. Dukungan penuh kami berikan pada Classroom NadiKabar sebagai wadah pembelajaran bagi jajaran Ditjen Hortikultura untuk mengasah keterampilan jurnalistik dan media digital, demi menghadirkan publikasi yang berkaidah, edukatif, serta menginspirasi kemajuan hortikultura Indonesia," ujar Freddy.