Sementara itu, pemilihan umum paruh waktu AS turut membayangi keputusan The Fed. Pemungutan suara penting akan digelar secara nasional pada 3 November mendatang, dengan kendali atas Kongres AS menjadi taruhannya.
Para pejabat The Fed memandang independensi politik sebagai salah satu prinsip utama bank sentral. Namun, sejumlah pengamat menduga para pejabat enggan menaikkan suku bunga menjelang pemilu.
Trump, yang mencalonkan Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed, telah berselisih pandangan dengan bank sentral selama bertahun-tahun. Trump berulang kali menegaskan bahwa suku bunga acuan seharusnya berada pada level yang jauh lebih rendah.