Lebih lanjut, dalam rilis resmi itu, FIFA menyatakan bahwa terdapat “upaya terkoordinasi dan berkelanjutan dari sejumlah pihak” untuk merusak reputasi FIFA dan presidennya. FIFA mengingatkan bahwa tuduhan serupa telah disampaikan dalam pernyataannya pada Agustus lalu.
"FIFA mendesak media untuk bertindak secara bertanggung jawab dan memverifikasi seluruh sumber informasi secara cermat guna mencegah publikasi serta penyebaran ulang informasi yang keliru dan mencemarkan nama baik," tulis FIFA.
"FIFA menyambut baik pengawasan yang sah. Namun, pengawasan bukanlah izin untuk menyebarluaskan tuduhan palsu. Apabila pemberitaan tidak akurat, menyesatkan, atau sepenuhnya tidak benar, seperti dalam kasus ini, FIFA akan terus menentangnya secara langsung dan tegas," tambah FIFA.