"Keputusan untuk pembatasan itu sampai kita anggap kondisi sudah kembali normal," imbuh Yusuf.
Diketahui, antrean kendaraan yang mengisi BBM di sejumlah SPBU Pinrang masih terjadi pada Senin (14/9). Kendati begitu, antrean BBM kondisinya disebut belum sepadat Kota Makassar.
"Pinrang belum separah Makassar. Kalau panjang lagi antreannya, kami gerakkan lagi anggota atur antrean, terutama yang di bahu jalan," kata pengawasan SPBU Sawitto Pinrang, Ibrahim kepada NadiKabar.
Situasi itu membuat aturan ganjil genap mengisi BBM di Makassar belum diberlakukan di Pinrang. Penerapan aturan tersebut dianggap harus disosialisasikan lebih dulu.
"Kita minta sosialisasi (penerapan ganjil genap) dulu karena kita tidak berani. Pasti akan ada gesekan, minimal ada petugas Dishub, petugas kepolisian dan TNI untuk menjaga," pungkasnya.