"Gen memengaruhi preferensi, preferensi memengaruhi pilihan makanan, dan pilihan makanan itu yang akhirnya memengaruhi kesehatan metabolik," ujarnya.

Ahli gizi Sarah Amidon juga menekankan bahwa kesehatan metabolisme dipengaruhi banyak hal, termasuk ketersediaan makanan, aktivitas fisik, tidur, dan gaya hidup. Artinya, memiliki kecenderungan genetik menyukai makanan manis bukan berarti seseorang tidak bisa mengatur pola makannya.

Kedua ahli gizi ini turut membedakan gula alami pada buah dan susu, yang datang bersama serat serta vitamin, dengan gula tambahan pada minuman bersoda, kue, dan camilan olahan yang minim nilai gizi. Hasilnya mereka menyarankan perubahan pola makan yang sederhana.

Seperti meminimalisir konsumsi makanan manis berlebihan, dengan memilih makanan manis alami seperti buah, memadukannya dengan protein atau serat agar lebih mengenyangkan.