"Kemungkinan besar (video anak-anak ini) dijual di website-website pronografi," ucapnya.

Joko menuturkan aksi bejat pelaku tidak berhenti pada pengancaman. Jika korban menolak perintah pelaku, pelaku akan menyebarkan foto hingga rekaman video tersebut kepada lingkaran terdekat korban. Mulai dari teman, tetangga hingga para guru dari ketiga korban tersebut.

"Luar biasanya, pelaku bisa mendapatkan nomor-nomor teman korban, tetangga, hingga guru-gurunya. Bagi guru atau teman yang tidak menanggapi ancaman tersebut, mereka akan dikirimi video dan terus diteror lewat telepon dari berbagai nomor yang berbeda-beda," terang Joko.

Joko berujar, pihaknya telah berkoordinasi dengan Polda NTB. Dan diduga kuat aksi kejahatan tersebut dioperasikan oleh sindikat profesional lintas daerah. Dari hasil penelusuran, lokasi sinyal pelaku terindikasi berada di luar NTB.