NADIKABAR.COM — Deep Intelligence Research (DIR) mencatat program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes), dan Danantara menjadi tiga isu utama yang mendominasi percakapan publik di media sosial selama tahun kedua pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Direktur Riset dan Komunikasi DIR Neni Nur Hayati dalam keterangan di Jakarta, Rabu, mengatakan pemantauan percakapan digital selama Oktober 2025 hingga Oktober 2026 mencatat sekitar 12,28 juta percakapan, dengan total engagement 11,8 miliar dan jangkauan audiens mencapai 35,6 miliar.

MBG menjadi program dengan keterlibatan tertinggi, mencapai 66,6 juta engagement. Sementara itu, Kopdes mencatat sekitar 10,2 juta engagement dan Danantara sekitar 2,9 juta.

"Kalau MBG, Danantara dan Kopdes Merah Putih, itu menjadi agenda setting di ruang media sosial. Secara masif, perhatian publik mengerucut pada tiga isu besar tersebut," ungkap Neni.

Menurut dia, dalam tahun kedua, DIR menemukan ada 1.498.179 artikel yang tersebar di 9.896 media, dan 12.272.301 konten di media sosial di enam kanal, seperti Facebook (Meta), YouTube, Instagram, TikTok, X, dan Threads.

Sentimen pemberitaan didominasi tone positif, sebesar 1.214.436 atau sebanyak 81,1 persen, disusul tone negatif sebanyak 253.935 artikel atau 16,9 persen, dan sisanya sebanyak 29.808 atau 2 persen merupakan berita dengan tone netral.

Lima isu terbesar dalam pemberitaan berturut-turut adalah MBG, Danantara, Kopdes Merah Putih, Sekolah Rakyat, dan Gelar Pahlawan Nasional.

Di semua topik pemberitaan itu, Presiden Prabowo menjadi subyek utama berita. Detik.com, NadiKabar.com, Tribunnews.com, rctiplus.com, dan antaranews.com menjadi lima media dengan jumlah pemberitaan terbanyak tentang Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo menjadi top person yang paling banyak dikutip media, yakni mencapai 625.962 kali, disusul Mensesneg Prasetyo Hadi 91.684, dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebanyak 87.777 kali.

Menurut Neni, besarnya perhatian publik terhadap program-program itu memperlihatkan bagaimana kebijakan pemerintah dapat menjadi pusat percakapan digital, baik melalui komunikasi resmi pemerintah maupun respons spontan masyarakat.

"Masyarakat antusias sekali membahas program kerja dan kinerja pemerintahan Prabowo. Ini tercermin data yang sangat besar baik di pemberitaan media mainstream maupun percakapan publik di media sosial, selama setahun yang kami riset," ucapnya.