Mego juga mengapresiasi seluruh nominator dan sekretariat MoW Indonesia yang sudah berhasil memperjuangkan warisan dokumenter Indonesia dalam register UNESCO MoWCAP.
Warisan dokumenter pertama yang ditetapkan adalah Boβ Sangaji Kai, naskah yang merepresentasikan sumber primer penting mengenai sejarah Kesultanan Bima, hubungan diplomatik dan perdagangan di kawasan Asia Tenggara, serta catatan autentik letusan Gunung Tambora pada 1815.
Naskah ini menyimpan informasi berharga mengenai tradisi pemerintahan Kesultanan Bima, termasuk keberadaan Sultanah dan perlindungan hukum bagi perempuan.
Warisan dokumenter kedua adalah Kidung Bhuwana WinΔΕa, yang menghadirkan perspektif lokal mengenai sejarah politik, diplomasi, dan perlawanan terhadap kolonialisme Belanda yang melibatkan Kerajaan Bali dan Lombok.
Sebagai satu-satunya kidung tradisional Bali yang diketahui mendokumentasikan peristiwa tersebut, naskah ini memiliki nilai penting dari sisi sastra dan sejarah, yang merepresentasikan tradisi intelektual, spiritual dan kepenulisan masyarakat Bali yang terus hidup hingga kini melalui praktik pelantunan pada Hari Raya Saraswati.