NADIKABAR.COM β€” Tim Bestari Saintek 2026 Universitas Brawijaya (UB) yang dipimpin Prof Dr Setyono Yudo Tyasmoro mengolah limbah kandang ayam menjadi pupuk organik sekaligus pengembangan ekosistem ekonomi sirkular di Desa Bluri, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan.

Inovasi tersebut diperkenalkan kepada Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan saat mengunjungi pameran Living Lab UB, di Auditorium UB, Jumat (30/10).

Prof Yudo dalam keterangan di Malang, Jawa Timur, Rabu, menjelaskan salah satu hasil pengembangan program tersebut adalah pemanfaatan limbah kandang ayam yang sebelumnya menjadi persoalan lingkungan sebagai bahan baku pupuk organik.

Menurutnya, konsep ekonomi sirkular yang dikembangkan tidak hanya menghasilkan pupuk organik, tetapi juga membangun keterhubungan antara sektor peternakan dan pertanian melalui pendekatan Living Laboratory.

β€œSelama ini, limbah kandang ayam dipandang sebagai hasil samping kegiatan peternakan yang membutuhkan penanganan. Padahal, apabila diolah melalui proses yang tepat, bahan tersebut berpotensi menjadi sumber bahan baku pupuk organik,” katanya.

Melalui pendekatan berbasis riset dan kebutuhan masyarakat, Tim Bestari Saintek UB menghadirkan solusi dalam menyelesaikan persoalan lingkungan, juga produk yang dapat dimanfaatkan kembali oleh sektor pertanian.

Dalam pelaksanaannya, program ini menggunakan pendekatan Living Lab yang menempatkan masyarakat dan mitra sebagai bagian penting dalam proses pengembangan inovasi.