Pengembangan program selanjutnya diarahkan pada tahap kedua, yaitu penyempurnaan formulasi pupuk organik melalui penambahan biochar dan mikroorganisme pendukung, di antaranya Azospirillum sp. dan Azotobacter sp.
Tahapan ini dirancang untuk mengembangkan karakteristik pupuk organik yang lebih baik sekaligus menguji potensi efektivitasnya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman.
βTujuan program tidak hanya menghasilkan produk pupuk organik, tetapi juga membangun sistem kerja sama yang berkelanjutan,β ujarnya.
Dalam ekosistem yang dikembangkan, peternak berperan sebagai penyedia bahan baku limbah kandang ayam, mitra pengolah berperan dalam proses produksi dan pengembangan produk, sedangkan kelompok tani menjadi pengguna yang memanfaatkan pupuk organik untuk kegiatan budi daya.
Rantai tersebut diharapkan dapat membentuk hubungan ekonomi yang saling menguntungkan. Limbah yang sebelumnya membutuhkan penanganan dapat menjadi bahan baku bernilai ekonomi, sementara petani memperoleh alternatif sumber pupuk organik yang dikembangkan berdasarkan hasil penelitian.
Ke depan, pengembangan juga diarahkan pada perhitungan biaya produksi secara menyeluruh, mulai dari pengadaan bahan baku, proses pengolahan, pengemasan, hingga penentuan harga jual. "Dengan demikian, produk yang dihasilkan tidak hanya layak secara teknis, tetapi juga memiliki potensi untuk dikembangkan secara ekonomis," katanya.