UB berperan dalam pengembangan teknologi, pendampingan dan pengujian mutu produk. PT Bless Coco Indonesia menjadi mitra dalam pengembangan dan pengolahan produk.

Sementara itu, kelompok paguyuban peternak ayam berperan dalam penyediaan bahan baku, dan Kelompok Tani Loh Jinawi Bluri menjadi bagian penting dalam pengembangan pemanfaatan pupuk organik.

Kolaborasi tersebut juga melibatkan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lamongan sebagai salah satu unsur pendukung dalam pengembangan ekosistem program.

β€œPendekatan ini mengusung semangat co-creation, yaitu menciptakan inovasi bersama melalui keterlibatan berbagai pihak. Masyarakat tidak hanya menjadi penerima hasil penelitian, tetapi juga dilibatkan dalam proses pengembangan, pengamatan, pengujian, hingga peluang pemanfaatan produk,” kata Prof Yudo.

Salah satu tahapan utama program adalah pengembangan proses pengolahan limbah kandang ayam menggunakan dekomposer untuk membantu proses penguraian bahan organik. Bahan baku berasal dari limbah kandang ayam petelur dan pedaging yang selanjutnya melalui proses pengolahan dan pemantauan secara berkala.

Selama proses berlangsung, tim melakukan pengamatan terhadap sejumlah parameter, antara lain suhu, pH, dan kondisi bahan. Pengamatan dilakukan untuk mengetahui perkembangan proses pengolahan serta memastikan kondisi fermentasi berjalan sesuai dengan tahapan yang direncanakan.

Pupuk organik yang dihasilkan juga melalui pengujian mutu di laboratorium kimia tanah Fakultas Pertanian UB. Pengujian dilakukan untuk mengetahui karakteristik dan kandungan pupuk berdasarkan parameter standar mutu pupuk organik padat, sehingga kualitas produk dapat dievaluasi secara ilmiah.