Di Manokwari Selatan, limbah kotoran sapi yang sebelumnya tidak dimanfaatkan mulai diolah menjadi biogas. Energi yang dihasilkan dapat digunakan untuk memasak dan mendukung kebutuhan listrik, sedangkan residunya dimanfaatkan sebagai pupuk organik. Inovasi tersebut membantu warga menghemat pengeluaran rumah tangga sekaligus menjaga kebersihan lingkungan.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menilai, kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat membuktikan bahwa ilmu pengetahuan dapat diterjemahkan menjadi solusi yang membumi.

"Kalian tidak hanya turun membawa penguasaan ilmu, tetapi juga membawa energi positif dan solusi yang membumi. Siapa pun yang tergerak karena nilai patriotisme pasti berani keluar dari zona nyaman dan melakukan hal melebihi panggilan tugasnya," ujar AHY.

Menurut AHY, hasil kerja TEP turut memperkuat perubahan paradigma transmigrasi, dari program yang dahulu identik dengan perpindahan penduduk menjadi pembangunan kawasan yang memastikan masyarakat lokal dan transmigran hidup lebih sejahtera.

"Paradigma transmigrasi kini kita ubah, dari sekadar memindahkan masyarakat menjadi memastikan mereka hidup sejahtera dengan ekonomi berskala industri," tegasnya.

Temuan, aspirasi, dan solusi yang dikembangkan TEP selanjutnya dirangkum sebagai bahan strategis bagi Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.

Hasil lapangan tersebut juga dibawa ke dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Infrastruktur bersama gubernur, bupati, dan wali kota se-Tanah Papua untuk mendukung percepatan pembangunan yang lebih tepat sasaran.

Dengan pendekatan tersebut, masyarakat tidak hanya menerima rekomendasi di atas kertas. Mereka memperoleh keterampilan baru, peluang pendapatan, akses belajar, konektivitas, energi alternatif, serta layanan dasar yang dapat memperbaiki kehidupan sehari-hari sekaligus menjaga keberlanjutan pembangunan setelah TEP menyelesaikan tugasnya.