NADIKABAR.COM β€” Tim Ekspedisi Patriot Universitas Diponegoro (TEP Undip) mengedukasi dan mengajak masyarakat Kawasan Transmigrasi Senggi, Kabupaten Keerom, Papua, mengolah pangan lokal untuk mendukung pemenuhan gizi dan pencegahan tengkes atau stunting.

Kementerian Transmigrasi menjelaskan bahwa melalui program "Sagu Sapa atau Sajian Gizi Unggul, Lestarikan Pangan Lokal", tim melibatkan kader kesehatan dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mengembangkan pisang, keladi, petatas, hingga sagu menjadi produk yang bernilai tambah.

β€œPara kader diharapkan dapat menjadi penggerak yang meneruskan pengetahuan dan keterampilan ini kepada keluarga dan masyarakat, sementara pelaku UMKM dapat mengambil peran dalam mengembangkan inovasi pangan lokal menjadi produk yang layak dipasarkan,” kata Ketua Tim 4 TEP Undip Diana Nur Afifah dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat.

Diana mengatakan program tersebut dirancang agar manfaat pelatihan dapat terus diterapkan setelah kegiatan selesai, baik melalui edukasi gizi oleh kader kesehatan maupun pengembangan produk pangan lokal oleh pelaku UMKM.

Pelatihan yang digelar di Aula UPTD Puskesmas Senggi itu diikuti 21 peserta yang terdiri atas kader Posyandu, Posbindu, malaria, serta pelaku UMKM.

Para peserta dibagi menjadi lima kelompok untuk mempraktikkan pengolahan bahan pangan yang tersedia di sekitar Senggi.