Pemanfaatan pangan lokal sebagai bagian dari perbaikan gizi sejalan dengan kebijakan Kementerian Kesehatan yang menempatkan pangan lokal sebagai salah satu strategi pemenuhan gizi seimbang.
Berdasarkan dokumen Dinas Kesehatan Provinsi Papua yang menggunakan data Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi tahun 2025 mencatat prevalensi stunting balita di Kabupaten Keerom sebesar 15,21 persen.
Dinas Kesehatan Provinsi PapuaPemerintah Provinsi Papua pada April 2026 menargetkan prevalensi stunting turun menjadi 18 persen pada 2026 dari sekitar 23 persen pada 2025.
Upaya penurunan dilakukan melalui intervensi lintas sektor, termasuk kesehatan, ketahanan pangan, pendidikan, sanitasi, dan pemberdayaan masyarakat
Kemenkes juga memiliki petunjuk teknis pemberian makanan tambahan berbahan pangan lokal bagi ibu hamil dan balita bermasalah gizi sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting.
TEP Undip di Kawasan Transmigrasi Senggi merupakan bagian dari kegiatan Ekspedisi Patriot 2026 yang melibatkan perguruan tinggi untuk menghasilkan rekomendasi dan praktik pembangunan sesuai kondisi sosial, ekonomi, dan lingkungan kawasan transmigrasi.