NADIKABAR.COM — Tim Task Force Percepatan Investasi Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menawarkan empat proyek investasi hilirisasi komoditas unggulan dengan nilai gabungan mencapai 76 juta dolar AS guna meningkatkan nilai tambah dan daya tarik investasi di daerah itu.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumsel Bambang Pramono dalam kegiatan Sriwijaya Economic Forum di Palembang, Selasa, mengatakan empat proyek tersebut mencakup pengolahan kelapa, ikan patin, peternakan sapi potong, dan budidaya udang vaname.
"Kami mendorong hilirisasi komoditas unggulan agrobisnis. Ada kelapa, ikan patin, sapi potong, dan udang vaname agar komoditas ini tidak lagi dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi diolah menjadi produk yang bernilai tambah bagi Sumatera Selatan," katanya.
Ia menjelaskan proyek pertama berupa industri pengolahan kelapa di Kabupaten Banyuasin dengan nilai investasi 7,16 juta dolar AS.
Proyek tersebut memanfaatkan potensi produksi kelapa Banyuasin yang mencapai 47.456 ton pada 2025. Pengolahan diarahkan untuk menghasilkan produk berupa virgin coconut oil (VCO) dan briket arang dengan target produksi VCO mencapai 1,8 juta liter per tahun.
Proyek kedua berupa pengolahan ikan patin terintegrasi di Kabupaten Ogan Ilir dengan nilai investasi 7,8 juta dolar AS.