NADIKABAR.COM — Tim selancar ombak Indonesia mampu memaksimalkan kondisi gelombang yang minim saat tampil pada babak pertama nomor papan pendek putra Asian Games 2026 Aichi-Nagoya 2026.

Pelatih kepala tim nasional selancar ombak Indonesia Arya Subyakto mengatakan para atlet mampu beradaptasi dengan kondisi alam yang tidak ideal dan memanfaatkan setiap gelombang yang tersedia dalam pertandingan.

"Kalau Pajar dan Bronson, mereka bisa memaksimalkan kondisi alam," kata Arya di Nagoya, Jepang, Sabtu.

Dua peselancar Indonesia, Bronson Meydi dan I Made Pajar Ariyana, bahkan langsung memastikan tempat pada babak ketiga setelah masing-masing menjadi juara heat pada babak pertama.

Bronson tampil sebagai yang terbaik pada heat keempat dengan mengumpulkan total skor 9,84. Peselancar berusia 22 tahun itu membukukan skor 5,17 pada wave pertama dan 4,67 pada wave kedua.

Hasil tersebut membuat Bronson langsung lolos ke putaran ketiga tanpa harus menjalani putaran kedua.

Sementara itu, I Made Pajar Ariyana juga tampil maksimal dengan menjadi yang terbaik pada heat kelima. Peselancar asal Bali tersebut mengemas total skor 8,17 dari dua gelombang, masing-masing 4,17 dan 4,00, Pajar mengungguli peselancar Bangladesh Mohammad Mannan yang mengumpulkan total skor 5,74 dan wakil Afghanistan Afridun Amu dengan 2,44.

Arya mengatakan kondisi ombak pada hari pertandingan menjadi tantangan tersendiri bagi seluruh peserta karena gelombang yang datang relatif kecil dan jarang.