"Ini mungkin buat semua peserta rasanya adalah kontes ombak terkecil. Ombaknya jarang sekali," ujar Arya.
Menurut dia, pertandingan tetap dilanjutkan karena penyelenggara memiliki waktu pertandingan yang terbatas. Kondisi tersebut membuat setiap atlet dituntut memaksimalkan gelombang yang didapat.
"Window-nya cuma empat hari, sama kita ada satu super day, satu hari tambahan kalau ombaknya memang kecil," kata Arya.
Ia mencontohkan salah satu heat yang mempertemukan peselancar Jepang Kanoa Igarashi dengan wakil Australia Conor O'Leary. Menurut Arya, gelombang yang diperoleh O'Leary menjadi salah satu gelombang terbaik yang muncul pada hari tersebut.
"Ombak Conor itu satu-satunya ombak yang muncul di sepanjang hari. Setelah itu, di heat-heat yang lain, ombaknya kalem benar," ujarnya.
Selain Bronson dan Pajar, peselancar Indonesia Kya Jo Heuer juga berhasil melanjutkan langkah ke babak ketiga setelah menempati posisi kedua pada heat yang diikutinya.
Arya menilai Kya Jo juga mampu mengambil keputusan yang tepat ketika menghadapi persaingan memperebutkan gelombang pada awal heat.