Dalam perlindungan pesisir Pantai Utara Jawa, BOPPJ merencanakan total 15 segmen pengelolaan pembangunan dari Serang hingga Gresik, dengan menggunakan pendekatan hybrid yang mencakup breakwater mangrove, tanggul pantai dan tanggul laut.

Demonstration plot NbS di Timbulsloko sendiri memadukan pemulihan mangrove dan penggunaan alat pemecah ombak (APO) modular HexBRIck inovasi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kendati demikian, tidak semua wilayah pesisir Pantura akan menerapkan perpaduan serupa.

"Dengan kondisi yang ada maka pagi hari ini kami mencoba membuat demplot atau demonstration plotting untuk melihat kondisi alam di daerah Jawa Tengah khususnya di segmen 12 di Timbulsloko, Sayung, Demak," ungkap Didit.

"Dengan kondisi yang ada diharapkan daerah-daerah terdampak di sekitarnya dan daerah-daerah yang bentuknya sama dapat dilakukan dengan intervensi yang sama. Di tempat lain belum tentu dilakukan seperti ini karena perbedaan tematik masing-masing daerah. Itu perlu kita pelajari bersama," imbuhnya.

Didit juga menuturkan pengelolaan untuk perlindungan pesisir Pantai Utara Jawa telah melalui proses diskusi dengan masyarakat. Ia memastikan jika aktivitas nelayan dan petambak tidak terganggu dengan program ini.

"Tidak akan menutup semua, saya katakan, tempat-tempat yang digunakan sebagai bagian dari basis peningkatan ekonomi dan mencari mata pencarian mereka yang ada di laut maupun di tambak," lanjutnya.