Penetapan Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung menjadi Demonstration Plot program NbS berdasarkan pada kondisi di mana laju abrasi rata-rata 279 meter per tahun. Kondisi ini disebut menjadi yang tertinggi di seluruh Pantura Jawa.

Abrasi ekstrem ini telah menghancurkan ribuan hektare tambak, permukiman, dan hutan mangrove, serta menenggelamkan sejumlah desa di Kecamatan Sayung. Ancaman itu diperparah penurunan muka tanah (land subsidence) 10-20 cm per tahun di sebagian Sayung.

Tanpa pengendalian, penurunan kumulatif di titik terparah dapat melampaui 1 meter dalam 15-20 tahun. Banjir rob dan banjir sungai juga kerap datang bersamaan, sehingga memperparah kondisi lingkungan dan ruang hidup masyarakat setempat.

Lebih lanjut, Menko IPK, AHY mengatakan perlindungan pesisir Pantai Utara Jawa dengan kombinasi infrastruktur keras dan alami menjadi salah satu solusi permasalahan tersebut. Ia mencontohkan penanaman mangrove untuk meredam abrasi.

"Bapak Presiden Prabowo Subianto dalam visi dan tentunya prioritas beliau salah satunya adalah bagaimana membangun tanggul raksasa, tentunya dimaknai sebagai kombinasi atau pendekatan yang hybrid antara pembangunan infrastruktur keras yaitu berbentuk tanggul pantai maupun tanggul laut," ucap AHY.

"Tapi juga dengan yang sifatnya alami, Nature-based Solution. Dalam hal ini tadi baru saja kita sama-sama menanam mangrove. Mangrove tujuannya adalah untuk mengurangi energi dari gelombang air laut sehingga bisa lebih diredam abrasi yang buruk di pesisir pantai," lanjutnya.