Setelah merdeka, Indonesia benar-benar tampil di Olimpiade Melbourne 1956. Saat itu Ramang, Maulwi Saelan, Tan Liong Houw, dan Thio Him Tjiang gagah perkasa menahan Uni Soviet 0–0 sebelum kalah dalam pertandingan ulang.

Perunggu Asian Games 1958 menegaskan bahwa generasi itu mempunyai bobot di Asia. Masa-masa itu Indonesia pernah disegani, dengan Soetjipto Soentoro, Iswadi Idris, Abdul Kadir, dan Jacob Sihasale pada era berikutnya.

Pada 1980-an, Rully Nere, Zulkarnaen Lubis, Bambang Nurdiansyah, Herry Kiswanto, serta Dede Sulaiman meneruskan perjuangan, termasuk dalam kualifikasi Piala Dunia 1986.

Di GBK, Senin malam Kevin Diks, Elkan Baggott, Dean James, Emil Audero, Ole Romeny, dan Baker memberi wajah baru pada keberanian itu. Tendangan bebas Dean pada menit ke-84 membawa Indonesia unggul; tiga menit kemudian Iklas Sanron menyamakan kedudukan. Thailand bahkan membalikkan keadaan melalui Peeradol Chamrasamee pada menit ke-111 meskipun bermain dengan sepuluh orang.