NADIKABAR.COM — Di tengah perpecahan antara Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) serta keretakan dalam koalisi anti-Houthi, Timur Tengah kembali memanas oleh situasi terakhir di Yaman.
Dalam sebulan terakhir, Ansar Allah atau Gerakan Houthi, melakukan ofensif ke pesisir barat Yaman di tepi Laut Merah.
Serangan itu membuat Houthi bisa menduduki posisi-posisi strategis di sekitar Selat Bab al-Mandab sehingga mengubah peta konflik Yaman yang sudah berlangsung selama 12 tahun.
Dengan memperluas wilayah sampai pesisir barat, Houthi membuka dimensi strategis baru dalam konflik di Yaman.
Iran yang menjadi sekutu utama Houthi bisa mendapatkan keuntungan strategis jika suatu waktu harus berperang lagi dengan Amerika Serikat, yakni menguasai dua selat paling strategis untuk jalur maritim dan minyak dunia, yakni Selat Hormuz dan Selat Bab al-Mandab.