Sebaliknya, Arab Saudi, yang sejak 2015 terlibat perang di Yaman, bisa terganggu oleh perkembangan terbaru itu.

Saudi tak terganggu ketika Selat Hormuz ditutup oleh Iran karena mereka bisa mengalihkan minyaknya ke Jalur Pipa Timur-Barat yang membentang dari bagian timur negeri itu sampai Terminal Yanbu di tepi Laut Merah.

Dari Yanbu, minyak Saudi dikapalkan ke Asia melewati Laut Merah, Selat Bab al-Mandab, Laut Arab, sampai tujuan-tujuan terakhir, khususnya India, China, Jepang, dan Korea Selatan.

Namun perkembangan terkini di Yaman membuat Houthi berpotensi mengganggu jalur penyaluran minyak Saudi ke Asia. Apalagi Houthi telah berikrar akan menyerang setiap kapal sipil dan militer Saudi yang melewati Selat Bab al-Mandab.

Kabar terakhir menyebutkan Houthi tengah bergerak menguasai kawasan perbukitan yang menghadap selat itu dan Laut Merah.