"Kami sudah berkomunikasi dengan pihak yang lebih tinggi, dalam hal ini Dinkes Jatim. Artinya memang ada terjadi kasus dugaan keracunan pangan yang telah dilakukan penanganan medis," tuturnya.
Lakhsmie juga membeberkan sebanyak 116 santri yang keracunan sempat kambuh dan harus kembali dievakuasi ke enam rumah sakit. Namun Hingga Rabu (9/9/2026) pukul 14.00 WIB, sebanyak 106 santri telah diperbolehkan pulang.
"Masih ada sembilan yang dirawat," ujar Lakhsmie.
Pasien terbanyak ditangani di RS Siti Hajar, yakni 44 orang. Dari jumlah tersebut, lima pasien masih menjalani rawat inap dan 39 pasien telah diperbolehkan pulang.
Kemudian RSUD RT Notopuro menangani 34 pasien. Sebanyak satu pasien masih dalam observasi, dua pasien menjalani rawat inap, dan 31 pasien telah diperbolehkan pulang.
RS Pusura Candi menangani 13 pasien dan seluruhnya telah diperbolehkan pulang. Sementara RS DKT menangani tujuh pasien, dengan satu pasien masih menjalani rawat inap dan enam lainnya telah pulang.
Selanjutnya, RS Arafah Anwar menangani 14 pasien. Satu pasien masih menjalani rawat inap, sedangkan 13 pasien telah diperbolehkan pulang. Sedangkan RS Rahman Rahim menangani empat pasien dan seluruhnya telah diperbolehkan pulang.