NADIKABAR.COM β Ketua Badan Pengkajian MPR RI Yasonna Laoly mengatakan tingginya rasa tidak puas masyarakat terhadap partai politik berdasarkan hasil survei berbagai lembaga tak lepas dari sikap pragmatisme di antara elit partai.
"Yang penting bisa meraup suara sebanyak-banyaknya dan mampu secara ekonomi untuk membiayai pemilu. Terkadang sampai harus melakukan pembajakan caleg yang potensial terpilih untuk memastikan partainya tetap berada di DPR," kata Yasonna dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.
Pernyataan itu disampaikan Yasonna seusai memimpin Focus Group Discussion Kelompok I Badan Pengkajian MPR di Tangerang Selatan, Banten, Jumat (6/11) dengan membahas "Kedaulatan Rakyat Dalam Perspektif Demokrasi Pancasila".
Sikap itu, lanjut dia, muncul salah satunya karena setiap parpol dituntut melewati ambang batas parlemen supaya partainya bisa bertahan di DPR.
"Akibatnya, partai bergerak cepat memilih figur publik yang mampu mengumpulkan suara dan memiliki kemampuan finansial untuk menanggung ongkos politik pada pelaksanaan pemilihan umum. Mereka tidak mempertimbangkan lagi apakah ia kader yang memahami ideologi garis partai atau tidak," ujarnya.