NADIKABAR.COM β Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menggelar simulasi gempa di 55 lokasi di Jakarta Utara untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana alam.
βSimulasi dilaksanakan di Kantor Wali Kota Jakarta Utara dan 54 lokasi lainnya, meliputi kantor kecamatan, kantor kelurahan, puskesmas, rumah sakit umum daerah (RSUD), hingga sekolah,β kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD Provinsi DKI Jakarta, Yuni Wijayanti di Jakarta, Rabu.
Menurut dia, latihan kesiapsiagaan tersebut merupakan tindak lanjut Instruksi Sekretaris Daerah (Insekda) Provinsi DKI Jakarta Nomor e-0044.
"Alhamdulillah, seluruh rangkaian berjalan tertib dan lancar berkat koordinasi matang serta tingginya antusiasme pegawai," katanya.
Simulasi diawali dengan pengarahan teknis mengenai penempatan personel Tim Reaksi Cepat (TRC) dan aparatur tingkat kota di setiap lantai gedung.
Ketika sirene pertama berbunyi, seluruh pegawai diarahkan melakukan teknik perlindungan diri dasar yakni merunduk, berlindung, dan bertahan (drop, cover, and hold on) selama dua menit di bawah meja atau di dekat struktur bangunan yang kokoh.
"Setelah dua menit, petugas memandu evakuasi menuju titik kumpul aman. Seluruh lift sengaja dinonaktifkan guna menyerupai kondisi kedaruratan nyata, sehingga perpindahan massa diarahkan penuh melalui tangga darurat," kata Yuni.
Sekretaris Kota Jakarta Utara, Iyan Sopian Hadi mengatakan latihan kebencanaan sangat penting karena bencana alam dapat terjadi sewaktu-waktu tanpa peringatan.
Menurut dia, kesiapsiagaan terhadap bencana tidak hanya berkaitan dengan keselamatan diri sendiri, tetapi juga kepedulian terhadap orang lain yang membutuhkan bantuan saat keadaan darurat.
"Kesiapan mitigasi yang matang adalah kunci keselamatan. Kami meminta seluruh pegawai tidak hanya memikirkan keselamatan pribadi saat darurat, tetapi juga memiliki kepekaan untuk menolong rekan kerja di sekitarnya," ujarnya.
Iyan menginstruksikan para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk melengkapi sarana dan prasarana penunjang kedaruratan di lingkungan kerja masing-masing.
Fasilitas medis dasar perlu tersedia agar pegawai yang membutuhkan penanganan cepat dapat segera memperoleh pertolongan saat bencana terjadi.
"Mari kita jadikan simulasi ini sarana pembentukan budaya tanggap bencana. Kita juga terus mendoakan keselamatan wilayah Jakarta serta saudara-saudara kita yang tengah tertimpa musibah di berbagai daerah," katanya.
Sementara itu, petugas Pengamanan Dalam (Pamdal) Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Jaenudin menyampaikan proses evakuasi dari lantai 13 hingga lantai dasar menunjukkan bahwa tingkat kesiapan pegawai masih beragam.
Sebagian pegawai sudah sigap mengikuti arahan, sementara sebagian lainnya masih panik atau kebingungan menentukan rute evakuasi.
"Kami terus memandu mereka menuruni tangga darurat secara tertib agar tidak berdesakan. Harapan saya, setelah kegiatan ini seluruh pegawai benar-benar terbiasa dan siap siaga," ujarnya.