NADIKABAR.COM — Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto memastikan kebutuhan penanganan banjir bandang di Kabupaten Solok, Sumatra Barat difasilitasi melalui koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait. Terutama untuk mendukung keberlanjutan tanggap darurat yang membutuhkan pekerjaan fisik, termasuk normalisasi, serta kecukupan alat berat dan personel.
"Kesiapsiagaan Pak Bupati, Pak Wakil Bupati, dan jajaran ini sungguh luar biasa. Kami melihat langkah-langkah taktis di lapangan sudah dilakukan," ujar Bima dalam keterangan tertulis, Jumat (2/10/2026).
Hal tersebut disampaikannya saat meninjau Posko Darurat Bencana Hidrometeorologi Banjir Bandang di Kabupaten Solok, Sumatra Barat, Kamis (1/10). Bima mengatakan peninjauan ini dilakukan untuk mengetahui perkembangan terbaru kondisi di lapangan sekaligus memastikan kebutuhan pemerintah daerah (Pemda) dipenuhi.
Selain itu, Bima juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Solok (Pemkab Solok) yang berencana melanjutkan tanggap darurat selama tujuh hari ke depan. Menurutnya, keberlanjutan tanggap darurat perlu didukung sumber daya yang memadai agar pemulihan dapat terus dilakukan sesuai kebutuhan di lapangan.
"Karena sekilas kami lihat di lapangan memang masih memerlukan banyak sekali kerja-kerja fisik untuk normalisasi. Tentunya dalam fase berlanjutnya tanggap darurat ini kira-kira apakah alat berat cukup, apakah personel cukup. Sejauh mana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga mengalokasikan tenaga dan sumber dayanya," tutur Bima.
Selain penanganan darurat, Bima meminta Pemkab Solok memetakan langkah antisipasi menghadapi potensi bencana. Masukan para pakar, termasuk kemungkinan relokasi atau penataan kembali fasilitas pemerintahan yang terdampak, perlu dikaji untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.
Ia juga meminta Pemda untuk memastikan pelayanan publik tetap berjalan di tengah dampak bencana terhadap sejumlah kantor pemerintahan. Kondisi dokumen dan arsip penting juga perlu menjadi perhatian agar tidak menghambat pelayanan kepada masyarakat.
Lebih lanjut, Bima menyoroti realisasi Transfer ke Daerah (TKD) yang perlu dimaksimalkan agar memberikan dampak bagi masyarakat Kabupaten Solok. Pemerintah pusat dan daerah perlu mengidentifikasi kendala serta memperkuat koordinasi agar realisasi anggaran tersebut dapat berjalan optimal.
"Kira-kira ada kendala apa saja yang bisa kita atasi, kita koordinasikan dan apakah sudah ada prediksi, persentase yang masih memungkinkan. Karena seperti Pak Bupati sampaikan, TKD kan diperjuangkan bersama-sama tentu ada harapan ini memberikan dampak bagi warga di Kabupaten Solok," pungkas Bima.
Sebagai informasi, data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok menunjukkan bahwa sebagian besar pengungsi telah kembali ke rumah masing-masing. Sementara itu, empat kepala keluarga (KK) masih bertahan di lokasi pengungsian karena rumah mereka mengalami kerusakan berat.
Sebelumnya, sebanyak 570 jiwa terdampak banjir bandang di Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, terpaksa mengungsi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 62 jiwa menempati empat lokasi pengungsian terpusat, sedangkan 508 jiwa lainnya mengungsi secara mandiri di area Griya Arosuka dan perkantoran Arosuka.