NADIKABAR.COM — Dalam kunjungan tersebut, Luthfi menegaskan agar keberadaan koperasi dipromosikan kepada masyarakat sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh warga desa. Ia juga menekankan peran KDMP sebagai penguat swasembada pangan sekaligus offtaker atau pembeli produk lokal dan UMKM setempat.
"KDMP adalah aset desa, jadi harus dirawat, masyarakat harus diworo-woro atau dikasih tahu kalau sudah operasional. Masyarakat harus tahu bahwa ini juga untuk kepentingan desa. Informasikan kalau di KDMP itu menjual bahan pokok penting dengan harga murah," kata Luthfi, dalam keterangan tertulis, Selasa (20/10/2026).
KDMP yang telah beroperasi juga diharapkan dapat menjadi acuan bagi koperasi lain yang belum beroperasi. Koperasi tersebut dapat menjadi tempat belajar mengenai tata kelola, sistem kerja, hingga pola kerja sama dengan UMKM lokal melalui skema konsinyasi.
"Manajer-manajer dan pengurus yang KDMP-nya belum beroperasi bisa belajar ke sini yang sudah operasional. Jangan sampai yang belum beroperasi manajernya nganggur," paparnya.
Luthfi juga menekankan peran penting koperasi sebagai penguat swasembada pangan, terutama di desa-desa yang memiliki kearifan lokal dan potensi berbeda-beda.