Luthfi mengakui masih ada beberapa kendala yang dihadapi oleh KDMP sehingga belum dapat beroperasi. Salah satunya adalah infrastruktur dan sarana prasarana yang belum lengkap. Misalnya, ada KDMP yang terkendala pada pasokan listrik, belum memiliki kendaraan operasional, hingga barang dagangan yang belum tiba.
"Ya, memang kita harus berjenjang dan berkelanjutan. Kenapa kita lakukan pengecekan agar kita dapat evaluasi kurangnya apa," paparnya.
Salah seorang warga Desa Banyudono, Sri Mulyani, mengaku memilih belanja di KDMP karena harga bahan pokok yang dijual lebih murah dan terjangkau. Ia mencontohkan harga minyak goreng di pasaran sekitar Rp22 ribu, sedangkan di KDMP hanya Rp16 ribu. Selain harganya yang lebih murah, lokasi KDMP juga lebih dekat dari rumahnya.
"Harapannya, dengan adanya KDMP ini, apa saja murah sehingga kebutuhan di rumah dapat terpenuhi," pungkasnya. (prf/ega)