Abu vulkanik yang menempel pada kaca kendaraan juga perlu dibersihkan dengan cara yang tepat. Hindari langsung mengelap kaca ketika masih terdapat abu yang menempel karena partikel tersebut bersifat abrasif dan berpotensi menimbulkan goresan.

Langkah yang disarankan adalah menyiram kaca menggunakan air mengalir terlebih dahulu hingga partikel abu luruh. Setelah permukaan kaca bersih dari abu, proses pencucian dapat dilanjutkan menggunakan sabun dan air bersih.

Cara tersebut juga membantu menjaga visibilitas pengemudi, terutama bagi kendaraan komersial yang memiliki aktivitas operasional tinggi dan harus melewati wilayah dengan kondisi udara yang masih mengandung abu vulkanik.

"Selain komponen mesin, kebersihan kaca kendaraan juga tidak boleh diabaikan karena berkaitan langsung dengan visibilitas pengemudi. Jika kaca terkena abu vulkanik, sebaiknya jangan langsung dibersihkan dengan cara dilap atau menggunakan wiper dalam kondisi kering. Siram terlebih dahulu dengan air mengalir untuk menghilangkan partikel abu yang menempel, kemudian cuci menggunakan sabun dan air bersih. Dengan begitu, visibilitas tetap terjaga dan risiko kaca tergores akibat partikel abu dapat diminimalkan," sambung Anjar.

Untuk memastikan kondisi kendaraan tetap optimal setelah terpapar abu vulkanik, pengguna kendaraan komersial Isuzu dapat melakukan pemeriksaan di bengkel resmi Isuzu maupun bengkel mitra Isuzu.

"Selain melakukan pengecekan secara mandiri, kami menyarankan pengguna kendaraan komersial untuk melakukan pemeriksaan di jaringan bengkel Isuzu apabila kendaraan terpapar abu vulkanik dalam jumlah cukup banyak atau digunakan secara intensif di wilayah terdampak. Isuzu juga menyediakan Bengkel Isuzu Berjalan (BIB) untuk memberikan kemudahan layanan perawatan kendaraan di lokasi, sehingga pengguna dapat tetap fokus menjalankan aktivitas bisnis," tutup Anjar Rosjadi.

Untuk mengetahui lokasi bengkel resmi dan bengkel mitra Isuzu, sekaligus melakukan booking service, pengguna dapat memanfaatkan aplikasi MyIsuzuID.