Menurut Ari, sasaran utama operasi ini difokuskan pada kawasan Blok B sebelah timur serta area Blok C. Medan yang ekstrem dan terjal membuat titik-titik tersebut mustahil dijangkau oleh armada pemadam kebakaran darat.

"Lokasinya ada di Blok B yang sebelah timur yang tidak bisa dijangkau itu, jadi memang targetnya di sana. Termasuk yang di Blok C ya, itu memang tidak bisa diakses dari bawah, Mbak," jelasnya.

Menurutnya kendala geografis ini membuat armada mobil pemadam kebakaran (Damkar) tidak berkutik karena jangkauan tembakan selang terbatas. Oleh sebab itu, kehadiran helikopter water bombing menjadi tumpuan utama penanganan di medan berat tersebut.

"Kalau dari Damkar, alat penembakannya itu kan nggak bisa menjangkau ke sana. Kalau pakai water bombingya sangat membantu itu nanti," imbuhnya.