NADIKABAR.COM — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkap sejumlah kesulitan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang saat ini masih terjadi di Pulau Kalimantan dan Sumatra.

Menurut Tito, dua wilayah itu, terutama di Sumatera bagian Timur, memang diberkahi karena memiliki tanah gambut. Namun, di sisi lain, tanah jenis itu juga berdampak negatif saat terbakar.

"Nah, kalau sudah terbakar, tanah gambut ini beda dengan kebakaran di tanah mineral," ujar Tito usai menghadiri rapat gabungan membahas karhutla di kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam), Jakarta, Senin (19/10).

Pada tanah gambut, kebakaran akan membuat api bertahan lebih lama di dalam tanah. Kondisi ini berbeda dengan kasus di tanah mineral.

Untuk itu, menurut Tito, salah satu cara paling efektif adalah memasukkan air dalam jumlah banyak ke dalam tanah. Setidaknya ada dua cara yang disampaikan oleh Tito. Pertama, lewat hujan, baik secara alami maupun modifikasi cuaca.