"Sebagai mantan Kapolri, ini pertama harus ada air dari udara, itu untuk hujan. Hujannya ada dua, hujan alami dan hujan buatan, cloud seeding, modifikasi cuaca," katanya.
Cara kedua adalah dengan memasukkan air ke dalam tanah melalui sumber-sumber air, seperti sungai, waduk atau danau. Ia bilang modifikasi cuaca juga sulit dilakukan jika tak ada benih awan.
Sementara itu, untuk memasukkan air secara manual ke dalam tanah lewat sumber air juga sulit dilakukan jika sumbernya jauh atau kering. Atas dasar itu, cara yang bisa dilakukan pemerintah saat ini adalah dengan rekayasa kimia atau chemical substances.
Tito mengungkapkan cara demikian saat ini sudah dilakukan di beberapa titik api di Kalimantan maupun Sumatra.
"Saya lihat Sumatera Selatan, dengan bahan itu, dengan jumlah air yang kecil, yang lebih sedikit, dia mampu untuk mendinginkan dan meredamkan lahan gambut," imbuhnya.