Reni mengatakan pemerintah desa juga telah menyiapkan lahan untuk pembangunan gedung TK baru. Lahan tersebut memiliki ukuran sekitar 10 meter x 22 meter dan berada di lokasi yang dinilai lebih strategis, yakni di tengah permukiman warga.

Untuk pembangunan gedung baru, Pemdes Karangpuri mengusulkan anggaran melalui alokasi BKK sekitar Rp 200 juta. Namun, anggaran tersebut hingga kini masih dalam pembahasan di Dewan sehingga belum dapat dipastikan pencairannya.

"Kami sudah menyiapkan lahannya. Kami juga mengupayakan anggaran sekitar Rp 200 juta dari BKK untuk pembangunan TK baru. Saat ini masih dalam proses pembahasan," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana membenarkan bahwa persoalan tersebut bermula dari kondisi bangunan TK yang sudah tidak layak digunakan.

Mimik menyebut sebagian bangunan lama bahkan telah ambruk sehingga berpotensi membahayakan anak-anak jika kegiatan belajar mengajar tetap dilakukan di lokasi tersebut.

"Faktanya, bangunan TK lama memang sudah tidak layak dan berisiko terhadap keselamatan anak-anak," kata Mimik.