Dia melanjutkan, selama pelatihan, para calon pilot Rafale mempelajari ragam materi dari mulai teknis hingga praktik.
Bahkan, para calon pilot itu sempat menjalani pelatihan di Prancis, negara tempat Rafale dibuat.
Dia mengatakan saat ini Skadron 12 TNI AU direncanakan akan kedatangan empat pilot Rafale.
"Saat ini kita sudah ada memiliki delapan penerbang, yang di mana delapan ini, empat di antaranya sedang melaksanakan program konversi (latihan)," jelas Binggi.
Binggi berharap seluruh personel, alutsista dan infrastruktur pesawat Rafale dapat mendukung operasional TNI AU dengan maksimal.
"Kesiapan pilot, teknisi dan dan elemen pendukung lainnya sangat krusial dalam pengawakan dan pengoperasionalan Skadron Pesawat MRCA Rafale," tutur dia.