Meski demikian, ia mengakui kepastian kapasitas tampung sungai, kelancaran aliran saat debit tinggi, serta potensi dampak terhadap risiko banjir tetap memerlukan pengukuran dan kajian hidraulika oleh instansi teknis yang berwenang.

Karena itu, koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) dan instansi terkait diperlukan untuk mengevaluasi seluruh aspek teknis pembangunan, termasuk menindaklanjuti catatan mengenai potensi penyempitan kapasitas tampung sungai, perubahan karakteristik aliran, dan risiko sedimentasi.

Di sisi lain, penataan kawasan pembangunan jembatan juga mencakup perbaikan trotoar di sepanjang Jalan Pasar Mardika untuk mendukung kenyamanan pejalan kaki serta aktivitas masyarakat dan pelaku usaha.

Julius menegaskan, pembangunan Jembatan Wai Tomu perlu memperhatikan keseimbangan antara kebutuhan penataan kawasan, manfaat bagi masyarakat, keselamatan, dan keberlanjutan fungsi sungai.

Dengan demikian, evaluasi teknis dan koordinasi antarlembaga menjadi bagian penting untuk memastikan pembangunan tersebut tidak mengabaikan aspek lingkungan serta upaya mitigasi risiko banjir di kawasan Mardika.