Aminudin berharap tambahan anggaran bisa kembali memaksimalkan program Perpusnas. Pada 2026 ini, anggaran Perpusnas sempat dikurangi dan menghentikan program bantuan bacaan bermutu untuk daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) maupun di desa dan wilayah tertentu.

"Karena pada tahun 2026 program ini dihentikan karena tidak memiliki anggaran, padahal justru tuntutan masyarakat untuk bacaan bermutu di desa sangat tinggi," ungkap Aminudin.

Setelah menyetujui anggaran ini, Komisi X DPR meminta agar Perpusnas semakin memperkuat beberapa program seperti memperkuat literasi daerah, penguatan layanan, pengembangan perpustakaan di daerah 3T dan kelompok marginal, peningkatan kualitas dan akses layanan perpustakaan, serta penguatan kemitraan dengan perpustakaan daerah dan perpustakaan sekolah.

Selain itu, Ketua Komisi X DPR RI Agung Widyantoro menekankan pentingnya indikator jelas untuk mengukur keberhasilan sebah perpustakaan, misalnya dari jumlah koleksi, jumlah kunjungan, atau kegiatan yang terselenggara.

Aminudin menjawab hal tersebut dan menjelaskan bahwa kinerja perpustakaan harus dilihat secara komposit. Menurutnya, indikator keberhasilan tidak bisa diukur dari satu aspek saja.