NADIKABAR.COM — Pendiri Kota Pekanbaru, Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah atau Marhum Pekan, akan dianugerahi gelar Pahlawan Nasional. Penganugerahan dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada Selasa (10/11), bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan.
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, dijadwalkan hadir langsung di Istana Negara. Ia datang bersama Ketua TP PKK Kota Pekanbaru, Sulastri Agung, dan ahli waris Marhum Pekan.
"Alhamdulillah, mimpi yang telah lama diperjuangkan masyarakat akhirnya terwujud. Kita bangga pendiri Pekanbaru mendapat penghormatan sebagai Pahlawan Nasional," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (7/11).
Menurut Agung, kabar tersebut menjadi kebahagiaan bagi masyarakat Pekanbaru, masyarakat Siak, dan seluruh Riau. Penghormatan itu ia sebut sebagai capaian bersama seluruh pihak yang selama ini mendukung dan memperjuangkannya.
Harapan menjadikan Marhum Pekan sebagai Pahlawan Nasional telah mengemuka sejak 1988. Upaya itu terus dilanjutkan Pemerintah Kota Pekanbaru di bawah kepemimpinan Agung hingga muncul rencana penganugerahan.
Kabar tersebut disampaikan Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, dalam pertemuannya dengan Agung. Pertemuan itu menjadi dasar Pemerintah Kota Pekanbaru mempersiapkan kehadiran di Istana Negara.
Sebagai informasi, Marhum Pekan merupakan Sultan Siak Sri Indrapura ke-V. Ia putra Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah atau Marhum Bukit, Sultan Siak ke-IV.
Marhum Pekan melanjutkan pengembangan kawasan Senapelan yang dirintis ayahandanya. Kawasan itu kemudian tumbuh menjadi pusat perdagangan dan cikal bakal Kota Pekanbaru.
Selain dikenal sebagai pendiri Pekanbaru, Marhum Pekan dikenang atas perjuangannya melawan Belanda di Pulau Guntung. Pengembangan pekan atau pasar yang ia lakukan turut meletakkan dasar bagi pertumbuhan kota yang kini menjadi ibu kota Provinsi Riau.
Agung menilai sejarah itu menunjukkan eratnya hubungan Pekanbaru dengan Kesultanan Siak. Karena itu, penghormatan kepada Marhum Pekan juga menjadi kesempatan untuk mengenalkan kembali sejarah dan kebudayaan Melayu kepada generasi muda.
"Saya mencintai Pekanbaru beserta sejarah dan budaya Melayunya. Menjaga marwah Melayu adalah tanggung jawab yang saya pegang dalam memimpin kota ini. Pekanbaru adalah rumah kita bersama, dan kemajuan kota harus berjalan dengan budaya Melayu yang tetap hidup serta menjadi jati dirinya," tutur dia.
Jasa Kesultanan Siak bagi Indonesia juga tercatat melalui Sultan Syarif Kasim II, Sultan Siak ke-XII. Pada awal kemerdekaan, ia mendukung Republik Indonesia dengan menyerahkan kekayaan, termasuk sumbangan sebesar 13 juta gulden.
Sejarah pengabdian para sultan tersebut menjadi warisan kebanggaan masyarakat Riau. Agung menyampaikan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia dan pemerintah pusat atas penghormatan kepada Marhum Pekan.
Ia juga berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi Riau atas dukungannya. Apresiasi turut disampaikan kepada para pendahulu, tim pengkaji, sejarawan, tokoh adat, keluarga besar atau zuriah, dan seluruh masyarakat yang memperjuangkan pengusulan tersebut.
Penghormatan terhadap pendiri kota juga diwujudkan melalui pengabadian namanya pada infrastruktur di Pekanbaru. Pemko Pekanbaru telah memperoleh persetujuan Kementerian Pekerjaan Umum untuk menggunakan nama Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah pada gerbang tol dalam kota.
Gerbang tol itu menghubungkan ruas Pekanbaru-Dumai dengan Pekanbaru-Bangkinang. Perubahan nama Jalan Palas menjadi nama pendiri kota juga telah mendapat persetujuan.
Penamaan gerbang tol dan jalan tersebut tinggal diresmikan. Langkah itu menjadi bentuk penghormatan sekaligus pengingat sejarah berdirinya Pekanbaru.
Agung berharap pengabadian nama tersebut membuat masyarakat, terutama generasi muda, semakin mengenal sosok Marhum Pekan. Ia juga ingin masyarakat memahami jasa para pendahulu yang membangun kota.
"Nama beliau kita hadirkan pada gerbang tol dan jalan agar terus dikenang. Kami ingin anak-anak kita tumbuh dengan mengenal pendiri kotanya, menghargai sejarahnya, dan mencintai budaya Melayu. Itulah warisan yang ingin kita jaga bersama," pungkasnya.