Ia juga berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi Riau atas dukungannya. Apresiasi turut disampaikan kepada para pendahulu, tim pengkaji, sejarawan, tokoh adat, keluarga besar atau zuriah, dan seluruh masyarakat yang memperjuangkan pengusulan tersebut.

Penghormatan terhadap pendiri kota juga diwujudkan melalui pengabadian namanya pada infrastruktur di Pekanbaru. Pemko Pekanbaru telah memperoleh persetujuan Kementerian Pekerjaan Umum untuk menggunakan nama Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah pada gerbang tol dalam kota.

Gerbang tol itu menghubungkan ruas Pekanbaru-Dumai dengan Pekanbaru-Bangkinang. Perubahan nama Jalan Palas menjadi nama pendiri kota juga telah mendapat persetujuan.

Penamaan gerbang tol dan jalan tersebut tinggal diresmikan. Langkah itu menjadi bentuk penghormatan sekaligus pengingat sejarah berdirinya Pekanbaru.

Agung berharap pengabadian nama tersebut membuat masyarakat, terutama generasi muda, semakin mengenal sosok Marhum Pekan. Ia juga ingin masyarakat memahami jasa para pendahulu yang membangun kota.

"Nama beliau kita hadirkan pada gerbang tol dan jalan agar terus dikenang. Kami ingin anak-anak kita tumbuh dengan mengenal pendiri kotanya, menghargai sejarahnya, dan mencintai budaya Melayu. Itulah warisan yang ingin kita jaga bersama," pungkasnya.