"Untuk progres sudah 79,4 persen. Sebenarnya sudah on the track. So far, bagus kok. Semua pihak support penuh, tidak ada masalah. Semua penyedia jasa lokal maupun yang dari luar juga masih semangat tinggi," tuturnya.

Dody menjelaskan, pembangunan tanggul di kawasan Sayung telah memberikan dampak positif terhadap penanganan banjir. Dengan tanggul yang sudah berdiri, kawasan tersebut dilaporkan tidak lagi mengalami banjir seperti sebelumnya. Pekerjaan selanjutnya pun akan dilanjutkan ke kawasan Demak melalui koordinasi dengan Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ / BOP Pantura Jawa).

Dody pun menargetkan proyek ini rampung pada akhir 2027 dan diharapkan sudah dapat difungsionalkan saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2027. Namun, lanjutnya, Kementerian PU tetap akan mengutamakan kualitas konstruksi agar infrastruktur yang dibangun dapat berfungsi optimal dalam jangka panjang.

"Targetnya sih akhir 2027 selesai, mudah-mudahan bisa lebih cepat. Kita upayakan. Paling tidak nanti di Nataru 2027 bisa difungsionalkan," tambahnya.

Sementara itu, PPK Pengawasan pada Satker Pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak, Prasetyo Arief, menjelaskan pada Paket 1A, pekerjaan di kawasan Kaligawe dan Sayung telah memasuki tahap akhir. Lingkup pekerjaan mencakup pembangunan jembatan Kaligawe, jalan layang, serta pekerjaan jalan dan fasilitas pendukung.