"Menghidupi keluarga butuh uang. Anda harus berbelanja kebutuhan sehari-hari, memasak, dan makan dengan lebih baik," ujarnya.

Keputusannya mengomersialkan pengetahuannya memicu kritik di dunia maya. Beberapa pihak mempertanyakan mengapa seorang mantan anak ajaib matematika dan biksu Buddha kini menjual kursus dan produk melalui internet. Namun ia menyatakan itu adalah pekerjaan yang sah.

"Jika kita tulus ingin membantu orang lain, kita juga perlu mencari nafkah dan membuat pekerjaan kita berkelanjutan," cetusnya.

Ia mengaku puas dengan kehidupannya saat ini. "Apa yang saya lakukan setiap hari itu bermakna dan sesuatu yang sangat saya minati," pungkas Liu.