Kelompok sayuran seperti brokoli, kembang kol, kubis, dan kale mengandung fitokimia unik bernama sulforafan (sulforaphane). Senyawa ini terbukti membantu proses detoksifikasi racun di tingkat seluler dan melindungi jaringan dari mutasi sel abnormal.

Ikan perairan dingin seperti salmon, sarden, kembung, dan makerel kaya akan asam lemak omega-3 rantai panjang. Asupan lemak baik ini membantu meredakan inflamasi sistemik di dalam tubuh sekaligus menjadi alternatif pengganti daging merah olahan yang kerap dikaitkan dengan risiko penyakit prostat.

Biji labu (pumpkin seeds) dan kacang-kacangan memasok mineral esensial, terutama seng (zinc) dan selenium. Kelenjar prostat yang sehat secara alami membutuhkan konsentrasi seng yang tinggi untuk menjaga kestabilan hormon reproduksi pria.