NADIKABAR.COM — Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) melaporkan jumlah simpanan masyarakat pada semua kelompok tetap mengalami pertumbuhan. Kenaikannya berada di rentang 2 hingga 12%.

Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu menyampaikan bahwa simpanan dengan nominal besar masih mendominasi dari sisi porsi. Meski begitu, simpanan masyarakat dengan nominal di bawah Rp 100 juta juga masih mencatatkan pertumbuhan.

"Kami ingin menyampaikan bahwa pertumbuhan simpanan di lintas kelompok tiring juga menunjukkan kenaikan dengan rentang antara 2% sampai dengan 12%," ujar Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Berkala KSSK IV Tahun 2026 di Gedung BI, Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Anggito menyampaikan melaporkan total simpanan masyarakat di perbankan mencapai Rp 10.513 triliun pada September 2026. Jumlah tersebut tumbuh 8,65% secara tahunan (year on year/yoy).

Berdasarkan segmen, simpanan masyarakat secara agregat, bukan individu dengan nominal di bawah Rp 100 juta tumbuh 7,15% secara tahunan pada September 2026. Sementara itu, simpanan pada kelompok Rp 100 juta hingga Rp 200 juta tumbuh 5,8%.

Kemudian untuk kelompok Rp 200 juta hingga Rp 500 juta tumbuh 4,21%. Simpanan pada kelompok menengah tumbuh di kisaran 2% hingga 3%.

Selanjutnya, simpanan dengan nominal di atas Rp 5 miliar mencatatkan pertumbuhan sebesar 11,91%.

"Jadi secara agregat totalnya adalah 8,65% atau secara nominal posisi September 2026 adalah Rp 10.513 triliun," terangnya.