Rimar selanjutnya mengajak penonton bernostalgia dengan soundtrack film Indonesia. Ia membawakan medley yang terdiri dari Hanya Untukmu, Semusim, Galih dan Ratna, serta Ayat-Ayat Cinta.

Penampilan Rimar berlanjut dengan lagu Cinta Sejati, soundtrack film Habibie & Ainun.

Deretan lagu tersebut membuat pertunjukan tidak hanya menghadirkan nostalgia film Hollywood, tetapi juga mengajak penonton mengingat karya-karya sinema Indonesia.

Momen nostalgia kembali terasa ketika Dirly Dave membawakan I Don't Want to Miss a Thing, lagu yang identik dengan film Armageddon.

Sementara itu, Dira Sugandi menghadirkan dua soundtrack populer lainnya, yakni How Far I'll Go dari Moana dan My Heart Will Go On dari Titanic.

Lagu terakhir menjadi salah satu penampilan yang menarik perhatian karena My Heart Will Go On merupakan soundtrack yang sangat lekat dengan film Titanic.

Konser kemudian ditutup dengan penampilan seluruh penyanyi yang membawakan This Is Me dari The Greatest Showman.

TP Jazz Universe tidak hanya dirancang sebagai pertunjukan musik, tetapi juga menjadi bagian dari kolaborasi tim redaksi TP Jazz Management dan Kota Baru Parahyangan melalui konsep Community Based Development.

Founder TP Jazz Management Bobby Renaldi mengatakan konsep tersebut menjadi sesuatu yang baru dalam penyelenggaraan TP Jazz Universe. Ia menyebut respons penonton terhadap pertunjukan sangat positif.

Menurutnya, venue, pelayanan, serta pengalaman yang diberikan kepada penonton menjadi bagian penting dari keseluruhan acara.