Ia juga menilai musik memiliki kemampuan untuk menyatukan orang dan menciptakan pengalaman yang membekas.

Sementara itu, Director PT Belaputera Intiland, pengembang Kota Baru Parahyangan, Ryan Brasali, menyebut komunitas sebagai salah satu fondasi penting dalam pengembangan kawasan.

Menurut Ryan, seni dan budaya memiliki peran penting dalam membangun kehidupan komunitas. Karena itu, ia berharap kolaborasi tersebut dapat terus berlanjut melalui berbagai program berikutnya.

Keseruan kolaborasi TP Jazz Management dan Kota Baru Parahyangan tidak berhenti di TP Jazz Universe.

Kolaborasi tersebut akan berlanjut dalam The Papandayan Jazz Fest 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 3-4 Oktober 2026.

Dalam gelaran tersebut, panggung utama di Suagi Grand Ballroom akan menghadirkan Kota Baru Parahyangan Stage.

Sejumlah musisi juga telah disiapkan untuk memeriahkan festival tersebut. Di antaranya The Gentlemen's Club yang terdiri dari Adikara, Teza Sumendra, dan Bilal Indrajaya dengan konsep Tribute to Koes Plus.

Selain itu ada Diskoria feat. Andien, Ruth Sahanaya, Mahalini, Freedom Jazz Society yang beranggotakan Winky Wiryawan, Kenny Gabriel, Jevin Julian, Greybox, dan Rinni.

Dwiki Dharmawan juga dijadwalkan tampil bersama Dira Sugandi, Dirly Dave, dan Bandung Jazz Orchestra dalam pertunjukan bertajuk A Night of Frank Sinatra.

Dengan rangkaian tersebut, TP Jazz Universe menjadi pembuka yang membawa konsep nostalgia soundtrack film ke panggung jazz, sekaligus menjadi pengantar menuju perhelatan The Papandayan Jazz Fest 2026.