Peran tersebut mencakup kegiatan penyuluhan dan rehabilitasi trauma pascabencana, komunikasi, informasi, dan edukasi mengenai kesiapsiagaan bencana, pencegahan gangguan ketenteraman dan ketertiban umum melalui deteksi dini dan cegah dini, pembinaan dan penyuluhan pelaksanaan patroli pengamanan, serta pemberdayaan pelindungan masyarakat dalam rangka mendukung ketenteraman, ketertiban umum, dan keamanan lingkungan.
"Dengan demikian, kehadiran Posyandu di tingkat desa dan kelurahan diharapkan tidak hanya menjadi pusat pelayanan dasar, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang tanggap, peduli, dan memiliki kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi gangguan ketenteraman, ketertiban umum, maupun bencana di lingkungannya," terang Safriati.
Untuk mendukung pelaksanaan peran tersebut, penguatan sarana dan prasarana Posyandu menjadi salah satu bagian penting. Ketersediaan alat pendukung pelayanan diharapkan dapat membantu kader menjalankan pelayanan secara optimal sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Dalam kunjungan ke Posyandu Wae Watu, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Selasa (6/10/2026), TP Posyandu Pusat dan TP PKK Pusat turut memberikan sejumlah dukungan sarana dan kebutuhan Posyandu. Dukungan tersebut berupa satu antropometri kit yang meliputi timbangan bayi, stadiometer, length board, dan timbangan tinggi badan; satu Bantuan Medis Habis Terpakai (BMHT Kit) yang terdiri atas kasa steril, kasa perban, plester rol, pouch P3K, povidon iodine 10 persen, dan plester luka.
Selain itu, disalurkan pula 51 paket snack anak, 50 paket sembako, lima dus air mineral, serta satu dus Promina snack rice strawberry. Dukungan tersebut juga menjadi bentuk kepedulian TP Posyandu dan TP PKK kepada masyarakat setempat, termasuk dalam konteks masyarakat yang terdampak gempa bumi di wilayah NTT.