Sinergi tersebut mendorong perluasan akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal, termasuk pembiayaan melalui lembaga jasa keuangan seperti perbankan. Bagi pelaku UMKM, akses pembiayaan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan modal, menjaga perputaran usaha, dan mendukung pengembangan kegiatan ekonomi di daerah.
Fitri, warga Bendungan Jago, Jakarta Pusat, menjadi salah satu penerima akad kredit secara simbolis oleh Presiden dalam acara Rakornas TPAKD 2026. Pengalaman Fitri sebagai pelaku usaha turut menggambarkan tantangan menjaga kelancaran bisnis ketika penerimaan pembayaran dari pelanggan tidak selalu berlangsung tepat waktu.
Pembayaran pelanggan yang tertunda bisa mempengaruhi perputaran modal usaha. Kondisi itu juga dialami Fitri, yang memanfaatkan bantuan pembiayaan untuk menjaga kelancaran usaha penjualan daging sapi dan ayam milik suaminya.
Usaha keluarga tersebut telah berjalan lebih dari 30 tahun. Menurut Fitri, dana tambahan dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan operasional, terutama ketika barang sudah terjual, tetapi pembayaran dari pelanggan baru diterima keesokan harinya.
Untuk memenuhi kebutuhan modal tersebut, Fitri mengetahui adanya program pembiayaan dari Bank DKI, tempat keluarganya menjadi nasabah. Informasi dari pihak bank itulah yang kemudian membuatnya memanfaatkan program tersebut untuk mendukung usaha keluarganya.
"Kita kan karena nasabah dari Bank DKI, jadi dari bank sendiri yang memberitahu," ujar Fitri kepada NadiKabar di sela-sela acara Rakornas TPAKD 2026 di Jakarta, Kamis (22/10/2026).