NADIKABAR.COM — PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) memperkuat kesiapsiagaan pekerja menghadapi cuaca ekstrem melalui simulasi penanganan kondisi darurat akibat angin kencang guna menjaga keselamatan tenaga kerja sekaligus memastikan kelancaran arus logistik di pelabuhan.

Senior Manager Pengelolaan Operasi TPS Didik Kurniawan mengatakan, peningkatan kewaspadaan menjadi penting memasuki musim penghujan karena angin kencang berpotensi mengganggu aktivitas bongkar muat dan membahayakan pekerja di area dermaga.

"Memasuki musim penghujan, seluruh pekerja harus semakin fokus dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya angin kencang di area operasional," katanya di Surabaya, Jumat.

Melalui kegiatan drill ini, PT TPS ingin memastikan setiap pekerja memahami risiko yang mungkin timbul, mengetahui langkah yang harus dilakukan, serta mampu merespons situasi dengan cepat dan tepat sesuai prosedur yang telah ditetapkan.

Upaya tersebut diwujudkan melalui Safety Drill Angin Kencang yang digelar di area Dermaga Internasional TPS dengan melibatkan operator alat, petugas layanan dermaga, tenaga kerja bongkar muat (TKBM), serta jajaran manajemen operasional dan Health, Safety, Security, and Environment (HSSE).

Dalam simulasi, TPS menguji sejumlah skenario kedaruratan, mulai dari penghentian kegiatan bongkar muat ketika kecepatan angin melampaui batas aman pengoperasian crane, petikemas yang bergoyang akibat hembusan angin, hingga pekerja yang terpapar angin kencang di area dermaga.

Latihan juga mencakup penanganan material atau peralatan yang terbawa angin, hujan lebat yang mengurangi jarak pandang, serta pengujian jalur komunikasi darurat apabila sarana komunikasi utama mengalami gangguan.

Didik menjelaskan latihan ini tidak hanya menguji kemampuan individu dalam menghadapi keadaan darurat, tetapi juga memastikan koordinasi dan komunikasi antarfungsi berjalan efektif ketika terjadi gangguan operasional.

Menurut dia, latihan secara berkala menjadi bagian dari pembentukan budaya keselamatan perusahaan agar setiap pekerja memahami tanggung jawab dan prosedur yang harus dijalankan untuk meminimalkan risiko kecelakaan kerja.

Kesiapsiagaan tersebut juga menjadi bagian penting dalam menjaga keandalan layanan kepelabuhanan, mengingat gangguan operasional akibat cuaca ekstrem dapat berdampak terhadap kelancaran kegiatan bongkar muat dan distribusi barang.

Melalui penguatan kompetensi dan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan, kata dia, TPS berupaya memastikan aktivitas terminal tetap berlangsung secara aman dan berkelanjutan sekaligus menjaga kualitas pelayanan kepada pengguna jasa.

"Keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas operasional TPS," ujarnya.