Petugas TPST, dia berujar, sudah rutin memberikan edukasi langsung ke banjar-banjar agar warga terbiasa memilah. Menurutnya, volume sampah yang masuk ke TPST Banjarangkan mencapai 2 ton per hari.

Indrawan mengatakan penumpukan sampah bisa mencapai 14 ton dalam sepekan jika TPST tidak dikelola dengan ketat dari rumah tangga. Ia berharap kesadaran masyarakat dalam memilah sampah semakin meningkat.

"Jika di rumah tangga sudah selesai dipilah, beban pengolahan di hilir seperti TOSS Center akan jauh berkurang dan prosesnya jadi lebih cepat," tegasnya.